BERITA  

Jalani Rapid Tes Kedua, Tiga Sahabat El Asamau Negatif Covid-19


Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/jurnalnt/public_html/wp-content/themes/wpberita/template-parts/content-single.php on line 98

Oelamasi,JurnalNTT.Com – Hasil rapid test kedua atas (DB), (M) dan (R), tiga sahabat El Asamau, pasien 01 positif covid-19 di Provinsi NTT dinyatakan non reaktif atau negatif covid-19.

Ketiga orang sahabat El Asamau tersebut telah menjalani rapid test pertama pada 10 hari lalu karena sempat kontak fisik dengan El Asamau.

Pantauan wartawan, di RSUD Naibonat, Senin (20/4/2020), ketiga Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut menjalani rapid test pada Pukul 12.00 Wita.
Usai rapid test, Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Nenobais mengumumkan bahwa ketiganya negatif.

Direktur RSUD Naibonat, dr.Erol Nenobais

Langkah selanjutnya, menurut Erol, akan dilakukan tes swab atau tes cairan tenggorokan. Namun untuk tes swab ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari tim gugus tugas Provinsi NTT.
“Mengingat ketiganya negatif pada rapid test kedua maka sesuai petunjuk tidak diperlukan lagi untuk dilakukan pemeriksaan swab. Namun ini masih dikoordinasikan dengan gugus tugas Propinsi NTT. Jika diperlukan untuk kepastian status maka siap lakukan swab,” jelasnya.
Meskipun hasil rapid test kedua negatif namun ketiga sahabat El Asamau tersebut harus tetap menjalani isolasi mandiri di rumah.
Dikutip dari sehatq.com, rapid test adalah pemeriksaan virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah.
IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah.
Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh.
Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi COVID-19.
Maka dari itu, orang dengan hasil rapid testnya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung.
Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.
Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).
Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab COVID-19) di tubuh. (epy)