Pengembangan UMKM di Malaka Dapat Dukungan dari Ketua Dekranasda Provinsi NTT

BERITA2 Dilihat

Betun,jurnal-NTT.com -“Pengembangan UMKM di NTT secara khusus di kabupaten Malaka, mendapatakan dukungan dari ketua Dekranasda Provinsi, guna memajukan masyarakat Malaka dengan segala potensi yang ada di Malaka”, ungkap drg. Maria Martina Nahak, kepada media ini usai audience dengan Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat di Kantor Dekranasda NTT, Rabu (11/8/2021).

Satu jam audience bersama ketua Dekranasda NTT, drg. Maria Martina Nahak mengakui bahwa memang beliau (Bunda Julie) sangat berminat untuk memajukan masyarakat NTT, khususnya untuk Malaka dengan segala potensi yang ada disana.

“Nah, kebetulan beberapa hari yang lalu kami sempat buat pelatihan pembuatan abon ikan sebagai salah satu bentuk kegiatan dari Pokja 3 PKK untuk memotivasi masyarakat makan ikan dengan bentuk olahan ikan yang lain; jadi tidak hanya ikan goreng, ikan kuah asam, dan ikan bakar tetapi ada bentuk lain sehingga kami mencoba untuk mengolah ikan tuna menjadi abon ikan yang enak rasanya”, ujar drg. Maria.

Menurut Istri Bupati Malaka ini, abon ikan yang diolah tidak hanya dimakan anak-anak kecil, anak balita, tetapi orang tua juga bisa makan . Hal ini kita promosikan sekaligus makan dengan bubur marungga. Karena sambutan masyarakat luar biasa, jadi hasil produksi abon ikan tuna saya posting digroup PKK dan Bunda Julie Laiskodat langsung menyambut baik, bagaikan gayung bersambut jadinya. Bahkan langsung order sebanyak 24 pisces setiap ukurannya.

“Jadi kami merasa sangat termotivasi sehingga muncul keinginan kuat untuk bertemu Bunda secara langsung”, ucap drg Maria Nahak.

Dikatakannya, motivasi untuk bertemu Bunda Julie yakni mau mendapatkan masukan-masukan terkait pemasaran abon ikan yang mana kami membawa sampelnya dan sudah dicoba dan beliau mengatakan memang enak. Beliau bersedia membantu kami nanti dengan peralatan-peralatan yang penting untuk pembuatan abon.

“Ya misalnya untuk skinarnya supaya tidak berminyak,  kemudian beliau akan membantu kami dengan kemasan. Terhadap ini, kami sangat berterima kasih. ini bentuk support yang luar biasa dari seorang ibu. Beliau tidak hanya berbicara tetapi lansung mengeksekusi. Disitulah saya melihat kelebihan dari Bunda Julie”, ungkap dr Maria.

Drg. Maria Nahak menuturkan bahwa Bunda Julie memang luar biasa, selalu memotivasi, tidak hanya ngomong tetapi langsung mengeksekusi.

Selain abon ikan, kata drg Maria Nahak, kami juga membawa madu dari Malaka dengan kemasan yang sederhana dan beliau  sudah menyampaikan banyak saran juga untuk soal pengemasan. Soal Kualitas madu Malaka oleh Bunda Julie langsung memberikan kami satu alat tester untuk mengecek kualitas madu, kadar airnya, kemanisannya dan keasamannya.

“Jadi kami langsung mengecek kualitas madu Malaka ternyata luar biasa. Ya kadar airnya sangat rendah kemudian kekentalannya sangat bagus dan juga kemanisannya juga pas. Bunda juga sangat senang dan terus memotivasi kami agar memiliki juga inovasi untuk perbaikan tampilan prodak hasil komoditi yang ada di Malaka”, jelas drg Maria Nahak

Banyak hal yang kami bicarakan termasuk soal pengaktifan UMKM. Disarankan agar tidak hanya  PKK saja tetapi juga melibatkan UMKM.

Hal ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan keluarga jadi itu dimulai dari “home industry”

“Kalau kita hidupkan Home industry maka, otomatis ekonomi keluarga ini akan dikuatkan. Begitu ekonomi keluarga dikuatkan, kita harapkan akan berdampak pada pendidikan, pola asuh anak juga pasti akan ditingkatkan dengan demikian kita harapkan stunting yang menjadi momok untuk NTT ini bisa kita atasi pelan-pelan”, ungkap ketua Dekranasda Kabupaten Malaka.

Memang tidak akan segera tetapi paling tidak kita memulai sesuatu hal yang baru untuk penanganan dan pencegahan stunting dan penanganan yang sudah mengalami stunting.

Memang dari sisi PKK itu yang bisa kami lakukan untuk masyarakat malaka sangat bagus dampaknya karena kita punya modal. Modal kita apa? Alamnya bagus, menghasilkan banyak jenis komoditi, ada madu, ada ikan banyak, ada marungga, yang semua memiliki kwalitasnya dan  masih banyak lagi; kacang hijau, pisang, singkong dan lainnya.

“Ini semua kita coba membuat menjadikan satu olahan makanan dengan berbagai jenis sehingga orang tidak bosan hanya makan ubi rebus, ubi bakar tetapi juga  membuat bentuk lain daripada olahan singkong misalnya seperti itu”, tandas dr Maria Nahak

Nah ini sangat berdampak tentunya, dari sisi gizinya, sisi ekonominya, kemudian pada peningkatan kinerja daripada masyarakat Malaka. Nah kita harapkan adanya kegiatan-kegiatan positif ini memicu masyarakat untuk   meningkatkan etos kerja. Itu yang penting, kalau etos kerja sudah bagus kita harapkan juga ada peningkatan ekonomi.

Pada pertemuan tersebut, kata dr Maria Nahak, Bunda juga menawarkan untuk pendidikan dan pelatihan bagi mereka yang berminat untuk maju dan ini saya sangat apresiasi. Kami merasa ini suatu kebanggaan buat kami karena Bunda mau menjadikan malaka sebagai salah satu kabupaten prioritas yang harus diperhatikan penuh meskipun malaka kabupaten yang baru.

Maria Nahak juga menyampaikan bahwa kedatangannya tidak hanya bertemu ibu Gubenur tetapi sebelumnya kami bertemu Ibu wagub. Adapun kami bertemu ibu wagub dalam rangka menyerahkan pakaian adat dengan aksesoris yang lengkap untuk beliau memakainya pada saat 17 Agustus nanti.

Selain menerima kami untuk acara penyerahan pakaian, ibu Wagub juga memperkenalkan kepada kami untuk mengolah marungga dengan cara yang benar jadi beliau ada dapur marungga ternyata di rumah pribadinya. Jadi saya sempat ke atas tadi, saya melihat bagaimana sebaiknya mengolah marungga.

“Pengalaman hari ini luar biasa, saya dapat banyak ilmu, saya dapat banyak motivasi. Mudah-mudahan setelah pulang di Malaka kami akan mulai berproses dalam menciptakan inovasi inovasi baru”, pungkas dr Maria

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ibu Sekda, ibu asisten-1 dan ibu asisten-3 juga kami dari sekretaris PKK, Dekranasda bersama ketua Pokja-3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *