Anggota DPRD Desak Pemkab Sikapi Kanaikan Harga Beras, Ini Jawaban Bupati Kupang

Oelamasi,jurnal-NTT.com – Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Gerindra, Yosef Lede, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk segera menyikapi kenaikan harga beras di Kabupaten Kupang dengan melakukan operasi pasar beras.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede kepada media ini Jumat (29/09/2023).

Menurutnya, kenaikan harga beras di Kabupaten Kupang cukup menyulitkan masyarakat kecil. Karena itu pemerintah harus segera mengambil kebijakan jangka pendek dengan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menggelar operasi pasar beras.

Ia mengatakan, selain kebijakan jangka pendek seperti menggelar operasi pasar beras, Pemkab Kupang juga diminta agar lebih serius menggenjot pembangunan di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Pemkab Kupang menurut Yosef Lede, perlu meningkatkan ketahanan pangan dengan membangun embung, sumur bor serta saluran irigasi secara masif untuk mendorong peningkatan produksi pangan, termasuk beras.

Menanggapi permintaan Yosef Lede tersebut, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan, dalam waktu dekat ini, Pemkab Kupang akan menggelar operasi pasar beras. Rencana gelar operasi pasar beras itu sudah dibicarakan dengan pihak Perum Bulog.

“Jadi kita sudah pertemuan dengan Perum Bulog untuk operasi pasar. Solusinya adalah operasi pasar”, jelas Korinus.

Menurutnya, sesuai hasil pertemuan, Perum Bulog akan menyiapkan beras murah untuk operasi pasar beras dengan harga Rp.11.500 per kilo gram.

“Stok untuk penanganan operasi pasar sudah siap. Nanti beras yang keluar dari Bulog itu Rp.11.500 per kilo gram untuk operasi pasar. Kita sudah pertemuan habis”, jelasnya.

Korinus mengaku sudah menginstruksikan kepada Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Mesakh Elfeto agar segera menyusun jadwal operasi pasar beras sesuai dengan hasil studi kebutuhan masyarakat.

Bupati Korinus juga mengisahkan, beberapa waktu lalu, Pemkab Kupang pernah melakukan operasi pasar beras di beberapa lokasi tertentu. Namun saat itu, beras Bulog yang dijual hanya 5 karung yang dibeli masyarakat.

“Bayangkan waktu itu operasi pasar di pasar Oesao, yang mana harga beras di pasar lebih tinggi tapi orang hanya beli beras Bulog lima karung. Nah ini yang susah”, ujar Korinus dengan nada guyon.

Agar kejadian serupa tidak terulang maka menurutnya, Pemkab Kupang akan melakukan studi lapangan terlebih dahulu agar beras yang dijual dalam operasi pasar tersebut bisa dibeli masyarakat.

Ia juga menjelaskan, beberapa waktu lalu, Pemkab Kupang melalui PT Pos telah menyalurkan beras sebanyak 3000 ton untuk keluarga miskin di Kabupaten Kupang.

Bupati Korinus menduga penyebab kenaikan harga beras ini adalah adanya isu negatif bahwa telah terjadi kekeringan. Padahal menurutnya bukan kekeringan yang terjadi namun musim panen yang telah berlalu.

“Tetapi diisukan kekeringan, musim panen yang lalu malah hilang. Jadi sebenarnya bukan kekurangan produksi karena musim panas namun karena isu kekeringan muncul bersamaan bukan musim panen tetapi harga beras naik”, jelasnya.

Ia mengatakan, isu kekeringan ini menimbulkan persepsi pasar bahwa akan terjadi rawan pangan. Akibatnya banyak mafia beras mulai menimbun beras sehingga menyebabkan beras langka yang berakibat pada kenaikan harga beras. (epy)