Antisipasi Rabies, Anjing yang Berkeliaran di RSUD Naibonat Segera Ditertibkan

Kepala Tata Usaha RSUD Naibonat, Jermias Nikolas Haning. Foto : istimewa.

Oelamasi, jurnal-NTT.com – Kepala Tata Usaha (KTU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat, Kabupaten Kupang, Jermias Nikolas Haning menginstruksikan kepada seluruh staf yang tinggal di dalam kompleks rumah sakit agar segera menertibkan anjing peliharaan. Penertiban anjing yang berkeliaran di dalam kompleks rumah sakit tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap virus anjing rabies yang saat ini sedang merebak di kabupaten tetangga, Timor Tengah Selatan (TTS).

Kepada media ini, Senin (19/06/2023), Jermias mengatakan, langkah penertiban anjing tersebut dilakukan bagi staf yang menetap di mes kompleks RSUD Naibonat.

Seluruh staf yang tinggal di mes RSUD Naibonat diminta agar mengikat atau mengandangkan anjing peliharaan sebagai langkah antisipasi terhadap virus rabies.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar RSUD Naibonat agar mengikat atau mengandangkan anjing peliharaan yang sering berkeliaran di dalam kompleks RSUD Naibonat. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keamanan pasien yang berobat di rumah sakit tersebut.

“Saya mengimbau kepada teman-teman yang khususnya rumah yang berada di sekita rumah sakit atau yang tinggal di mes, yang anjingnya berkeliaran, baik pagi, siang, sore dan malam harus bisa dikandangkan atau diikat. Takutnya tertular anjing yang mengalami rabies”, jelasnya.

Menurutnya, meskipun virus rabies tidak ditularkan melalui manusia. Namun virus rabies yang menjangkiti anjing sangat berbahaya. Manusia yang digigit anjing rabies akan merasakan sakit yang luar biasa setelah 10 hari terkena gigitan bahkan bisa menyebabkan korban meninggal dunia.

Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah selalu menjauh dari cahaya di malam hari. Ketika melihat cahaya di malam hari, anjing rabies biasanya bersembunyi dalam kegelapan. Hal ini sangat berbahaya. Sebab manusia sulit mendeteksi keberadaan anjing saat melintas di sekitar tempat persembunyian anjing.

Selain takut cahaya di malam hari, anjing rabies juga memiliki tatapan mata yang tajam.

Sebab itu, Jermias mengimbau kepada masyarakat, khususnya seluruh staf pegawai yang tinggal di sekitar RSUD Naibonat agar selalu waspada saat bertemu anjing dengan ciri-ciri seperti yang disebutkannya itu. (epy)