Dinas Sosial Malaka Dinilai Lambat Selesaikan Persoalan Raibnya Dana PKH dari Rekening Penerima di Desa Nanebot

Masyarakat Desa Nanebot yang sudah dua tahun tidak menerima dana PKH sedang menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Keluarga (KK), Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan KTP. Foto: Sipri Klau/JN.

Betun, jurnal-NTT.com – Sejumlah penerima manfaat dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, menilai Dinas Sosial Kabupaten Malaka dan Kordinator Kabupaten (Korkab) PKH Malaka sangat lamban dalam menyelesaikan persoalan raibnya dana PKH dari rekening mereka.

Kepada media ini, Rabu (29/03/2023), Maria Goreti Bano salah satu penerima manfaat dana PKH di Desa Nanebot mengaku kecewa dengan kinerja Dinas Sosial Kabupaten Malaka dan Korkab PKH Kabupaten Malaka. Ia mengaku kecewa karena sampai hari penyelesaian persoalan raibnya dana PKH dari rekening sejumlah warga Desa Nanebot tak kunjung selesai.

Menurutnya, penyelesaian persoalan raibnya dana PKH tersebut berlarut-larut. Akibatnya, sampai saat ini, ia dan sejumlah penerima manfaat dana PKH di Desa Nanebot tidak menerima dana PKH.

Padahal menurut Maria Goreti, persoalan raibnya dana PKH di rekening mereka itu sudah diketahui oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Volgen Fahik dan Pendamping PKH Desa Nanebot, Ignas Kono.

“Kami kecewa. Masalah ini sudah dalam kami sampaikan ke Dinas Sosial Malaka. Tapi sampai saat ini tidak jelas seperti apa. Waktu itu kami baca di media bilangnya sudah urus tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan”, ungkapnya.

Menurutnya, pada Desember 2022, atas permintaan Kadis Sosial Volgen Fahik, masyarakat yang dananya raib dari rekening penerima PKH mengumpulkan dokumen berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Semua dokumen itu sudah dimasukan ke Dinas Sosial Kabupaten Malaka untuk diurus. Namun sampai saat ini tidak jelas..

“Bulan Desember tahun lalu, Pak Kadis Sosial minta kami kumpul dokumen KK, KKS, KTP. Kami sudah kumpul semua dokumen yang diminta. Tapi sampai hari ini tidak jelas seperti apa”, keluhnya.

Maria Goreti Bano mengaku, tidak menerima dana PKH sejak tahun 2021. Padahal sebelum tahun 2021, dirinya bersama beberapa warga lainnya rutin menerima dana PKH.

Yustina Bete, warga penerima manfaat PKH lainnya juga mengaku kesal.

“Sampai hari ini kami belum terima dana PKH. Warga lain terima, kami hanya bisa menonton saja. Kami orang susah ini mau pakai cara apa supaya bisa terima lagi”, ungkapnya.

Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, SH.MH yang dikonfirmasi media ini mengatakan akan mengecek penyelesaian masalah raibnya dana PKH dari rekening yang dialami masyarakat penerima manfaat PKH di Desa Nanebot tersebut.

“Saya lagi OTW (on the way). Balik Malaka barur saya cek”, responnya singkat.

Sementara itu Kadis Sosial Kabupaten Malaka, Volgen Fahik yang dikonfirmasi media ini mengatakan akan mengecek ke kepala bidang dan koordinator PKH Kabupaten Malaka.

“Besok pagi (30/03/2023) masuk kantor baru saya panggil Kabid sama KorKab”, ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT mengeluh. Pasalnya, sudah dua tahun mereka tidak menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH). Dana PKH yang sebelumnya masuk ke rekening mereka secara rutin, tiba-tiba raib dari rekening.

Kepada media ini, Sabtu (10/12/2022), Maria Goreti Bano, salah satu penerima manfaat PKH menuturkan, selama tahun 2020, dirinya menerima manfaat PKH. Ia mengaku memenuhi salah satu syarat penerima manfaat karena memiliki anak yang masih bersekolah. Pertengahan tahun 2021, ia hendak menarik uang PKH melalui jasa BRILink. Namun saat kartu ATM digesek, ternyata tidak ada uang yang masuk di rekening.

Ia mengaku sudah mengadukan persoalan ini kepada Pendamping PKH Desa Nanebot, Ignas Kono. Namun tidak ada tindaklanjut.

“Bulan Oktober tahun 2021 saya ke BRILink mau ambil uang. Tapi ternyata uang tidak ada di rekening. Terpaksa saya pulang. Saya sudah sampaikan persoalan ini ke pendamping PKH, Pak Ignas Kono. Tapi tidak ada tindaklanjut”, jelas Maria Goreti Bano.

Maria Goreti juga mengaku, nomor PIN ATM semua penerima manfaat di Desa Nanebot dibuat sama.

“Kami semua penerima manfaat PKH di Desa Nanebot punya PIN sama”, ujarnya.

Persoalan yang sama dialami penerima manfaat lainnya seperti Maria Angela Luruk, Yuliana Bete, Siprianus Lesu, Yonatas Muti, Markus Seran, Susana Mea dan beberapa warga lainnya.

Selain itu, Yustina Bete, penerima manfaat PKH lainnya mengatakan, kartu ATM PKH miliknya saat ini disimpan oleh seorang pegawai Dinas Sosial Kabupaten Malaka bernama Ela. Saat dirinya meminta kartu ATM tersebut, Ela mengaku bahwa kartu ATM PKH tersebut sudah terbawa banjir bandang.

“Saya minta kartu ATM Ibu Ela bilang banjir sudah bawa. Terpaksa saya pasrah saja”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Folgen Fahik, ketika dimintai tanggapannya mengaku belum mengetahui persoalan yang dialami warga penerima manfaat PKH di Desa Nanebot tersebut. Karena itu ia meminta perwakilan warga yang tidak menerima dana PKH agar membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga yang tidak menerima PKH tersebut ke kantor Dinas Sosial.

“Nanti tolong sampaikan salah satu warga datang bertemu saya di kantor. Jangan lupa bawa KKS, KK dan KTP. Supaya saya panggil Kabid (Kepala Bidang) dan pendamping PKH untuk klarifikasi”, jelasnya. (Sipri Klau)