DPD dan DPC Partai Hanura Berbagi Sembako Untuk Masyarakat Kupang Tengah dan Amarasi


Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/jurnalnt/public_html/wp-content/themes/wpberita/template-parts/content-single.php on line 98

Oelamasi,JurnalNTT.Com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi NTT dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Kupang, berbagi Sembilan Bahan Pokok (Sembako) untuk masyarakat di Kecamatan Amarasi dan Kecamatan Kupang Tengah.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun, ST sedang memberikan bantuan Sembako bagi Lansia di Kecamatan Amarasi.
Di Kecamatan Amarasi, pembagian Sembako dilakukan di dua desa pada Sabtu (2/5/2020) yakni Desa Kotabes sebanyak 500 kilo gram dan Desa Nekmese sebanyak 500 kilo gram. Sedangkan di Kecamatan Kupang Tengah, pembagian Sembako di Desa Tanah Merah dan sekitarnya sebanyak 500 kilo gram dan super mie pada Senin (4/5/2020).

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang, Anton Natun mengatakan, pembagian sembako tersebut merupakan wujud kepedulian DPD Partai Hanura Ptovinsi NTT yang saat ini dipimpin Refafi Gah dan DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang atas dampak dari bencana virus covid-19 yang menyebabkan pendapatan ekonomii masyarakat menurun.

Menurut Anton pembagian Sembako tersebut menyasar keluarga tidak mampu, janda, yatim piatu dan lanjut usia yang merupakan kelompok masyarakat yang sangat terdampak virus covid-19.
“Dampak virus covid-19 ini diperparah dengan persoalan gagal tanam yang mengakibatkan gagal panen bagi masyarakat Kabupaten Kupang yang mayoritas petani. Karena itu diharapkan agar pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten harus serius menangani persoalan ini,” ujar anggota DPRD Kabupaten Kupang ini.

Ia mengatakan, dampak sosial dari covid-19 ini sangat banyak. Sebab itu, jika tidak ditangani secara baik dan serius maka akan timbul masalah sosial seperti pencurian dan tindak kriminalitas lainnya.

“Masalah sosial yang timbul ini akan meresahkan masyarakat dan akan mengakibatkan gangguan kamtibmas lainnya,” pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini. (epy)