Perekrutan Teda di Kabupaten Malaka Akan Disesuaikan Dengan Kebutuhan Instansi

Kupang,Jurnal-ntt.com РPerekrutan tenaga kontrak daerah (Teda) di Kabupaten Malaka, selama kepemimpinan Dr.Simon Nahak, SH.MH dan Loise Lucky Taolin, S.Sos, selaku Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malaka akan disesuaikan dengan kebutuhan instansi  di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka.

“Terkait Teko atau Teda itu, kita tidak boleh sembarang rekrut orang. Harus sesuai kebutuhan instansi terkait. Tidak bisa karena mereka itu adalah sis, bro, satsus lalu saya tarik sembarang orang. Tidak boleh begitu”.

Hal ini ditegaskan Bupati Terpilih Kabupaten Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.MH, Rabu (31/3/2021) usai acara ramah tamah bersama Diaspora Malaka di Kupang.

Kepada wartawan, Dr. Simon menjelaskan, konsep the right man on the right place tidak saja diterapkan dalam penunjukan pimpinan instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Malaka tapi juga akan diterapkan dalam perekrutan tenaga kontrak daerah (Teda).

Baca Juga  Henry Simu Sebut, Oknum Teda di Malaka Jadi Kuasa Direktur, Kerja Proyek dan Mengawas Proyek

“Saya kan bicara konsep the right man on the right place. Bagaimana saya yang konsepkan tapi saya sendiri yang tidak melakukan seperti itu. Tidak mungkin saya rekrut orang yang sekolah guru agama untuk masuk ke inspektorat untuk mengaudit. Dimana ilmunya”? ujarnya.

Dr. Simon mencontohkan, untuk merekrut tenaga kontrak daerah yang akan bertugas di inspektorat daerah maka tentu tenaga kontrak daerah yang direkrut harus memiliki kompetensi di bidang akuntansi.

Baca Juga  Pemkab Kupang Dinilai Anggap Remeh Virus Covid-19

Menurutnya, Teda yang direkrut harus memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas.

“Bagaimana kita rekrut Teda tapi setelah rekrut, tempat duduk untuk dia kerja saja tidak ada. Ramai-ramai duduk disitu, bahkan ada yang tidak datang absen tapi tiap bulan minta gaji. Apakah itu harus kita pertahankan? Atau kita rekrut Teda untuk datang bantu pelihara babi dan sapi kita di rumah. Apakah kita mau? Jadi minta maaf soal yang begitu-begitu saya tidak bisa toleransi. Kita rekrut Teda harus sesuai kebutuhan dinas mana yang membutuhkan tenaga apa. Misalkan di PU (Dinas Pekerjaaan Umum) butuh Teda yang hebat mendesain gambar untuk bangunan. Ini yang akan kita cari. Kebanyakan PU butuh arsitektur tapi kita kirim anak-anak yang tamat SMP ke sana”, pungkasnya. (epy)