Ruang Kelas Kurang, Murid Kelas 1 SDK Weklalenok Tempati Ruang Dinas Guru


Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/jurnalnt/public_html/wp-content/themes/wpberita/template-parts/content-single.php on line 98

Atambua, JurnalNTT1.Com- Sekolah Dasar Katolik (SDK) Weklalenok yang terletak di Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI- RDTL mengalami kekurangan ruang kelas. Kondisi ini disaksikan langsung oleh JurnalNTT1.Com pada Senin, (22/6/2020).
Kepala sekolah, Gabriel Asa yang ditemui wartawan di lokasi SDK Weklalenok, secara terbuka mengakui keadaan itu.

Kepala Sekolah SDK Weklalenok, Gabriel Asa (tengah) sedang diwawancarai wartawan. Foto: Herminus Halek
Gab Asa, demikian sapaan akrabnya, mengisahkan bahwa 2 (dua) ruangan kelas itu diterpa bencana angin puting beliung sejak setahun yang lalu (2019). Kejadian itu pun, sudah langsung dilaporkannya ke dinas terkait untuk segera dilakukan rehabilitasi. Tetapi, pihak dinas justru bersedia untuk membangun dua ruangan kelas baru.
”Sebenarnya dalam tahun ini sudah bisa dibangun dua ruang kelas baru. Tapi, mungkin karena alasan Corona makanya sampai sekarang belum dimulai,” imbuhnya.

Kondisi ruang kelas SDK Weklalenok yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung setahun yang lalu.
Sejak bangunan yang dibangun dengan dana DAK sejak tahun 2000 itu rusak, jelas Gab Asa, kebijakan yang ditempuh pihaknya dalam mengatasi keterbatasan ruang kelas, murid kelas 1 (satu) menempati Ruang Dinas Guru (RDG) untuk sementara waktu.
Gab Asa menambahkan, bahwa tenaga guru di sekolah itu sangat terbatas, PNS tiga orang, honor daerah satu orang, honor komite tiga orang.
“Yang honor komite kita bayar pakai dana BOS, Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) per bulan, karena jumlah murid hanya 135 (seratus tiga puluh lima),” tandas Guru senior yang sudah tiga puluh tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik di wilayah Kecamatan Nanaet Dubesi itu. (HH)