KEFAMENANU, JURNAL NTT – Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, memanggil seluruh stakeholder terkait untuk membahas masalah serius di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Dalam rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati pada Senin (2/3/2026), Kamilus Elu tidak menutupi kekecewaannya terhadap Koordinator SPPI dan SPPG Kabupaten TTU.
“Perlakuan seperti ini sangat tidak bisa diterima! Anak-anak sekolah di TTU harus mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi, bukan makanan yang berulat dan basi,” tegas Kamilus Elu, mantan staf Ahok ini.
Masalah ini terungkap setelah adanya laporan tentang makanan berulat dan basi di SMK Negeri 1 Kefamenanu.
Kamilus Elu menegaskan bahwa hal ini tidak boleh terulang lagi, karena program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi muda TTU, yang akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.
Dalam rapat tersebut, Kamilus Elu menekankan bahwa SPPI dan SPPG harus bekerja serius dan bertanggung jawab dalam mengawasi program MBG.
“Kami membayar mahal untuk SPPI dan SPPG supaya mereka membantu pemerintah daerah mencerdaskan anak bangsa, bukan membuat mereka keracunan,” ujarnya.
Kamilus Elu juga meminta agar pengelola dapur MBG menggunakan bahan baku segar dan lokal dari masyarakat TTU, seperti beras dari Wini, Haekto, dan Lurasik.
Kekecewaan Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu adalah pada saat rapat koordinasi di bulan Januari 2026 lalu telah disepakati supaya daging ayam, telur maupun beras harus menggunakan bahan baku yang segar dan diambil dari masyarakat TTU.
Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan dampak ekonomi dari program ini, bukan hanya jadi penonton,” katanya.
Tetapi hingga saat ini (Maret) justru daging ayam yang dipakai pengelola dapur MBG adalah ayam beku (Frozen). Sehingga tidak heran ada makanan yang disajikan berulat”, ujar mantan staf Ahok ini.
Selain itu, Kamilus Elu mengingatkan bahwa SPPI dan SPPG di TTU merupakan perpanjangan tangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan harus memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak di TTU.
“Jika ada kesulitan soal suplai bahan baku, koordinasikan dengan Pemda TTU, jangan mengambil jalan sendiri. Bupati dan Wakil Bupati adalah penanggung jawab di TTU dan tidak boleh berlaku ego,” tutup Kamilus Elu.
Dengan adanya teguran ini, diharapkan SPPI dan SPPG di TTU dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan program MBG, sehingga anak-anak di TTU dapat menikmati makanan yang sehat dan bergizi.***






