KEFAMENANU, JURNAL NTT – Warga Desa Usapinonot, Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), swadaya dan gotong royong menambal sendiri ruas jalan raya Mamsena yang kondisinya memprihatinkan, Senin (2/2/2026).
Jalan yang dikenal sebagai jalur Netemnanu-Kiupasan ini telah lama menjadi sumber frustrasi bagi warga, dengan lubang-lubang besar yang mengancam keselamatan pengendara.
Aksi gotong royong ini dipicu oleh rasa kecewa warga terhadap Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dinilai lamban dalam menangani kerusakan jalan.
“Kami tidak bisa terus menunggu sampai ada korban jiwa lebih banyak lagi,” tegas Robert Tubani, tokoh masyarakat setempat yang menyumbangkan pasir batu untuk menutupi lubang-lubang.
Kekecewaan warga Usapinonot tampaknya sudah mencapai titik didih. Mereka merasa hak mereka sebagai warga negara untuk mendapatkan infrastruktur layak telah dirampas oleh ketidakpedulian birokrasi.
“Sepertinya Pemerintah TTU ini buta dan tuli. Kami bayar pajak, tapi jalan kami dibiarkan hancur seperti jalur neraka,” ujar P. Jaroth SVD, dengan nada yang tak kalah pedas.
Warga lain menimpali dengan kalimat yang provokatif, menyebut bahwa pemerintah hanya datang saat butuh suara pemilu saja.
“Kalau mau kampanye, mereka lewat sini janji aspal mulus. Begitu duduk di kursi empuk, mereka lupa jalan ini ada. Kami dianaktirikan!” ketus seorang warga.
Aksi gotong royong ini bukan hanya tentang memperbaiki jalan, tapi juga tentang menuntut perhatian pemerintah. Warga Usapinonot ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam saja ketika hak-hak mereka diabaikan.
“Mungkin kami harus pindah kabupaten saja kalau Pemkab TTU sudah tidak sanggup urus jalan sejengkal ini,” tambah warga tersebut dengan nada yang penuh emosi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus meratakan pasir batu di titik-titik terparah agar akses transportasi, setidaknya untuk sementara, bisa dilalui tanpa harus bertaruh nyawa.
Aksi ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten TTU untuk segera mengambil tindakan nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Warga Usapinonot menanti, dengan harapan bahwa suara mereka tidak akan jatuh pada telinga yang tuli.***






